Gen Z: Fenomena Depresi Menuju Resistensi
Oleh: Tyas Ummu Amira*)
IndonesiaNeo, OPINI - Angka generasi muda mengalami depresi kian meningkat.
Fenomena Generasi Z dianggap rentan akan masalah mentalitas, menurut berbagai survei mayoritas mengalami gangguan kecemasan serta mental.
Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi satu dari tujuh atau 14,3 persen anak berusia 10-19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental dan menyumbang 15 persen dari beban penyakit global pada kelompok usia ini .(kompas.id 18/6/26)
Dari survei tersebut menandakan bahwa generasi kita sekarang ini tidak baik-baik saja.
Ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya.
Pertama, arus media digital hari ini kian canggih, dan berbagai konten bisa masuk ke semua akun sosmed tanpa ada filter. Sehingga semua isi bisa mengakses tanpa batas umur dan waktu.
Kedua, tekanan sosial menghimpit kehidupan gen z saat ini memberikan pukulan yang mematikan untuk melumpuhkan mentalnya. Dimana lapangan kerja sulit serta kebutuhan hidup mahal.Belum lagi tuntutan dari orang sekitar untuk menjadi orang sukses dalam hal karier dan kehidupan harus mapan.
Fenomena ini tidak hanya dirasakan dalam skala nasional akan tetapi secara global di penjuru dunia dengan ketidakpastian karir. Sehingga masa depan gen z semakin suram dan bersikap lebih skeptis dalam menjalani kehidupannya.
Di lain sisi kondisi ini memunculkan gelombang resistensi yang diprediksi mampu menjadi titik balik kebangkitan generasi ini. Hal ini merupakan harapan besar untuk keberlanjutan peradaban.
Krisis multidimensi di seluruh dunia saat ini menjadi pemicu kecemasan gen Z akan masa depannya. Dalam sistem sekuler Kapitalis tik potensi mereka sengaja dilemahkan dari berbagai sisi mulai dari jati dirinya sebagai muslim melalui peradaban yang merusak. Seperti halnya ide liberal yang hari ini digaung - gaungkan sebagai bentuk eksistensi keinginan manusia tanpa batas
Lebih dari itu, peran negara saat ini telah abai terhadap riayah terhadap generasi, alih alih dirangkul justru seringkali mendapat stigma buruk dari generasi di atasnya.
Dari segi yang lain, kecemasan dan sikap kritis Gen Z bisa menjadi peluang perubahan untuk mereka bangkit menuju kondisi yang kondusif dan ideal.
Perspektif Islam
Dalam kacamata Islam solusi dari seluruh krisis yang melanda dunia hari ini ialah kembali pada penerapan sistem Islam untuk mendatangkan Rahmatan Lil alamin.
Gambaran generasi muda pada masa Khilafah sangat jauh seperti saat ini. Mereka sangat menjaga benteng keimanannya sehingga tidak melakukan hal - hal yang dilarang hukum Syara'.
Di saat pemuda memiliki problem baik ringan ataupun berat, keyakinan mereka kepada Allah sangat kuat dalam hal, qada dan qadar, rezeki, jodoh, hidup dan ajal, termasuk tawakal yang sangat luar biasa. Setiap masalah bisa dipecahkan dengan tenang dengan mindset Allah tidak akan membebani ujian diluar kemampuan hambanya sehingga jauh dari stres atau mental illness (gangguan mental).
Sebagaimana dalam firman-Nya yang berbunyi:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Qur'an – Surah Ar-Ra'd (13): 28
Dalam karakter generasi di masa kejayaan Islam sangat kuat.
Sebut saja pada masa Rasulullah SAW, pemuda memainkan peran yang sangat penting dalam dakwah Islam. Salah satu contoh dari pemuda pada masa ini adalah Ali bin Abi Thalib. Meskipun masih muda, Ali menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam pertempuran besar seperti Perang Badar dan Uhud.
Selain itu juga ada pemuda yang dikenal aktif dalam bidang ilmu pengetahuan. Seperti Zaid bin Haritsah, meskipun berasal dari latar belakang yang sederhana, dedikasi dan kapasitas luar biasa sebagai panglima perang dan tokoh yang berperan dalam memperluas penyebaran Islam.
Sehingga pemuda yang dilahirkan dalam sistem Islam tak pernah gagal dalam mencetak generasi dengan keimanan kokoh serta cakap dalam berbagai bidang keilmuan.
Untuk menunjang membentuk generasi hebat kehadiran negara sebagai pelindung dan pelayanan umat sangat dibutuhkan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan hidup secara adil.
Hal terpenting hari ini adalah menyadarkan pemuda bahwa pentingnya untuk mengemban Mabda Islam serta peduli terhadap kondisi umat agar lahir generasi emas memiliki pondasi keimanan yang kuat serta bermanfaat bagi umat bukan lagi sebatas angan - angan.
Wallahu alam bishowab.[]
*) Pemerhati Anak dan Remaja


Post a Comment