Header Ads


Muharram, Saatnya Umat Bangkit Memperjuangkan Islam Kaffah

Oleh: Solehah Ummu Syakila*)


IndonesiaNeo, OPINI - Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Kehadirannya bukan sekadar penanda pergantian tahun Hijriah, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk melakukan refleksi, muhasabah, dan memperbarui komitmen dalam menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh. Di tengah berbagai tantangan moral, sosial, ekonomi, dan budaya yang dihadapi umat saat ini, Muharram menjadi saat yang tepat untuk membangkitkan kesadaran kolektif dalam memperjuangkan Islam kaffah.

Islam kaffah berarti menjalankan ajaran Islam secara utuh dan menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an agar orang-orang beriman masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, bukan mengambil sebagian ajaran dan meninggalkan sebagian lainnya. Karena itu, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah melalui ibadah ritual, tetapi juga memberikan pedoman dalam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, politik, dan akhlak.

Realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa banyak persoalan umat muncul akibat jauhnya nilai-nilai Islam dari kehidupan sehari-hari. Korupsi, ketidakadilan, kerusakan moral, penyalahgunaan kekuasaan, hingga meningkatnya konflik sosial menjadi bukti bahwa manusia membutuhkan pedoman hidup yang benar dan berkeadilan. Dalam konteks ini, perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam secara kaffah bukanlah upaya yang bersifat eksklusif atau memecah belah, melainkan ikhtiar menghadirkan kebaikan, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

Muharram juga mengingatkan umat pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Hijrah bukan hanya perpindahan fisik dari Makkah ke Madinah, tetapi simbol perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Semangat hijrah mengajarkan keberanian untuk meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki diri, serta berjuang mewujudkan kehidupan yang lebih sesuai dengan tuntunan Islam. Oleh karena itu, semangat Muharram seharusnya mendorong umat untuk tidak sekadar bernostalgia dengan sejarah, tetapi mengambil pelajaran dan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.

Kebangkitan umat Islam harus dimulai dari peningkatan kualitas iman, ilmu, dan amal. Umat perlu memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam yang benar, membangun persatuan, serta aktif berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan akhlak generasi muda merupakan bagian dari perjuangan mewujudkan nilai-nilai Islam secara menyeluruh.

Pada akhirnya, Muharram adalah panggilan untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan, dari sikap apatis, dan dari kebiasaan yang menjauhkan umat dari ajaran agamanya. Dengan menjadikan Islam sebagai pedoman hidup secara utuh, umat Islam dapat kembali menjadi kekuatan yang membawa rahmat, keadilan, dan kemajuan bagi peradaban. Muharram bukan sekadar awal tahun baru Hijriah, tetapi awal tekad baru untuk memperjuangkan Islam kaffah dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa.[]


*) Pegiat literasi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.