Header Ads


Maulid Nabi, Momentum Ittiba’ Rosul Dengan Islam Kaffah

Oleh: Ibu Tri*)


IndonesiaNeo, OPINI - Maulid Nabi  adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad saw, hari kelahiran manusia agung, yang menuntun manusia dari kehidupan kegelapan jahiliah kepada jalan terang benderang yakni cahaya Islam. Beliaulah yang telah menjadikan peradaban yang hina dan rusak saat itu menjadi peradaban agung yang mulia.  Maulid Nabi diperingati setiap tanggal 12 Robiul awal tahun Hijriyah, dan untuk tahun ini jatuh pada tanggal 24 Agustus 2026 (12 Robiul awal 1448 H). 

Indonesia, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, yakni 242 juta jiwa, tentu menyambut datangnya bulan maulid ini dengan gegap gembita, bukti atas kecintaan, penghormatan dan pengagungan sosok mulia, panutan seluruh umat. Di Masjid – Masjid besar di negeri ini, di mushola - mushola sampai pelosok kampung, di sekolah – sekolah, di instansi - instansi pemerintahan, di kelompok - kelompok pengajian, bahkan di rumah – rumah individu msayarakat, banyak yang menggelar acara peringatan hari kelahiran nabi ini dengan gegap gempita. Mulai acara pawai, pengajian umum, kegiatan berbagi tak lupa kegiatan bersholawat dan tasyakuran makan besama. 

Tidak ketinggalan Kementrian Agama (Kemenag) negeri ini, dalam menyambut Robiul awal 1448 H – maulid Nabi Muhamman Saw tahun 2026, mengajak 1.781.945 umat Islam dari berbagai penjuru Indonesia untuk bersholawat dan menggelar kegiatan Blissful Mawlid untuk peringatan Maulid Nabi.  Direktur Penerangan Agama Islam, Kementrian Agama, Muchlis M Hanafi mengatakan, bahwa gema sholawat kebangsaan dirancang sebagai ruang bersama untuk menghidupkan tradisi sholawat sekaligus meneladani akhlak Rosulullah Saw dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, yakni dalam kehidupan kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan cinta tanah Air. Tidak ketinggalan juga, karena maulid tahun ini bertepatan dengan bulan Agustus, bulan Istimewa bagi bangsa Indonesia – perayaan hari kemerdekan Republik Indonesia, Muchlis  juga menyampaikan bahwa sholawat untuk negeri berarti menghadirkan nilai – nilai yang diajarkan Rosulullah Saw dalam merawat Indonesia yang bisa mendorong kita untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, adil, saling menghormati dan penuh kepedulian terhadap sesama. Juga bisa dijadikan ikhtiar spiritual sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarkat yang sedang di timpa bencana seperti gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.  Dan yang terakhir, dengan semangat sholawat untuk negeri, mengajak masyarakat menjadikan  Robiul Awal bukan sekedar momentum memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga momentum menghidupkan  teladan beliau (SindoNews, 23/08/2026).

Senada dengan bahasan dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Jakarta , Jum’at 21 Agustus 2026, acara kajian Radio yang mengambil tema “ Momentum bulan Maulid sebagai bulan peningkatan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw “ yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tanah Abang, Muhamad Iqbal Akmaludin. Beliau menyampaikan, bahwa Maulid Nabi bukan hanya momentum untuk mengingat kelahiran Rusulullah Saw, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kecintaan kita kepada beliau dengan  mengenal dan meneladani akhlaknya. Dan kecintaan kepada Nabi seharusnya tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan atau kegiatan seremonial dan behenti pada ucapan saja, tetapi kecintaan tersebut perlu tercermin melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama (rri.co.id, 22/08/2026).

Adalah suatu keharusan bagi kita kaum muslim, untuk berbahagia ketika merayakan hari kelahiran Nabinya. Dan adalah sesuatu yang juga sudah seharusnya, kita sebagai muslim adalah mencintai dan meneladani uswah kita, pembimbing kita , penolong kita dan pemberi syafaat kita. Kita harus ber Ittiba’ yakni mengikuti atau meneladani  yaitu mengikuti ajaran, petunjuk serta sunnah Nabi Muhammad Saw. Dan perlu kita pahami bahwa teladan Nabi itu tidak sebatas pada akhlak beliau ataupun hanya tentang perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ittiba’ harus total secara keseluruhan pada apa yang dicontohkan oleh Nabi SAW.

Dalam sejarah kehidupan Nabi, selain mencontohkan tentang Akhlakul Karimah (akhlak yang baik), beliau juga mencontohkan kepada kita, bagaimana menyentuh kesadaran, mengubah sistem jahiliyah, yakni penyembahan kepada dunia dan hawa nafsu , menjadi sistem Islam yang hanya menghambakan diri hanya kepada Allah . Bagaimana beliau awal berdakwah hanya kepada orang-orang terdekat, kepada istrinya, anak-anaknya, keponakan dan kepada kerabatnya. Kemudian dari dakwah sembunyi-sembunyi sampai diizinkan Allah untuk dakwah secara terbuka. Menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah haji yang datang, Sampai pada satu titik tertentu, umat justru meminta beliau untuk mengatur kehidupan mereka dengan aturan Islam, dibawah bimbingan dan kepemimpinan beliau. Sampai suatu masa ketika Islam diterapkan secara sempurna, dia menjadi mercusuar peradaban yang agung, menjadi rahmat bagi seluruh alam yang bisa bertahan sampai 14 abad lamanya.

Demikian juga sekarang, umat Islam kembali kepada kehidupan jahiliah modern, umat Islam telah kehilangan kesadaran bahwa penghambaan kepada selain Allah telah terjadi secara sistemik melalui demokrasi, kapitalisme dan liberalisme yang menjadikan dunia serta hawa nafsu sebagai orientasi hidup. Dan sistem kapitalisme ini, untuk mempertahankan eksistensi idiologinya, akan berusaha keras untuk menghalangi suara kebangkitan umat yang menginginkan perubahan sistem.

Untuk itu, dalam momen maulid nabi, hendaknya Ittiba’ yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rosul, yang tidak hanya menjadikan Islam sebatas agama ritual dan akhlak saja, tetapi menjalankan seluruh  apa yang telah beliau contohkan, yakni keterikatan pada syariat Islam dan metode perjuangan Nabi ketika mengubah sistem jahiliyah Qurais Mekkah, menjadi kehidupan Islam yang sempurna di Madinah.  Hanya dengan Ittiba’ yang sempurna maka kehidupan Islam Kaffah akan terwujud, sehingga Islam benar-benar hadir sebagai rahmat seluruh alam.[]


*) Aktivis Muslimah

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.