Header Ads


Agar Islam Tidak Menjadi Beban

Tangkapan layar dari tayangan di kanal YouTube YNTV 
yang menghadirkan Ustadz Felix Siauw dan Indra Priawan saat berdiskusi 
dalam podcast bertajuk "Ketika Pintar Tidak Cukup untuk Menjadikan 
Manusia Baik - Ustadz Felix Siauw feat Indra Priawan" 
(membahas agenda acara peluncuran YN Academy pada 17 Oktober 2026)

IndonesiaNeo, VIRAL - Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube YNTV yang menghadirkan Ustadz Felix Siauw dan Indra Priawan, muncul sebuah perenungan mendalam mengenai bagaimana umat Islam memandang dan menjalankan agamanya. Diskusi ini menyoroti fenomena di mana Islam acapkali dipahami secara keliru oleh sebagian masyarakat.

Ustadz Felix Siauw memberikan sebuah perumpamaan yang sangat menarik mengenai analogi mobil. Beliau menjelaskan bahwa mobil akan terasa sangat berat dan menjadi beban jika seseorang memilih untuk mendorong mobil apalagi saat jalanan menanjak.

Sebaliknya, jika mobil tersebut dikendarai, maka perjalanan menanjak justru terasa sangat mudah dan efisien. Menurut Ustadz Felix Siauw, problem utama saat ini adalah Islam sering kali hanya didorong, bukan dikendarai.

Untuk dapat mengendarai mobil, seseorang membutuhkan ilmu dan pemahaman yang tepat. Sementara itu, kegiatan mendorong mobil hanya mengandalkan otot tanpa memanfaatkan fungsi utama dari kendaraan tersebut untuk menyelesaikan masalah peradaban.

Diskusi dalam sumber video YouTube YNTV tersebut juga menggarisbawahi bahwa menjadi pintar saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang manusia yang baik. Indra Priawan dan Ustadz Felix Siauw menyadari pentingnya pendidikan moral dan empati selain ilmu pengetahuan umum.

Di Indonesia, banyak orang pintar dan berpendidikan tinggi yang justru menggunakan ilmu serta kepintarannya untuk melakukan kejahatan dan korupsi. Mereka mendirikan perusahaan atau menggunakan jabatannya untuk menzalimi serta membohongi masyarakat.

Indra Priawan menceritakan bahwa dirinya dibiasakan oleh orang tuanya sejak kecil untuk selalu memiliki rasa empati. Contohnya adalah dengan menghargai orang-orang yang melayani seperti pelayan restoran serta tidak menilai orang lain berdasarkan harta benda.

Dalam pandangan Indra Priawan, kelapangan rezeki dan kekayaan sebenarnya merupakan bentuk cobaan hidup yang sangat berat. Tidak banyak orang yang berhasil lolos dari ujian kelapangan harta untuk tetap bertakwa kepada Allah.

Selain itu, popularitas dan dikenal banyak orang dipandang oleh Indra Priawan sebagai sebuah fasilitas untuk mempersempit ruang gerak dalam melakukan kemaksiatan. Hal ini membuat seseorang lebih berhati-hati agar tidak memberikan contoh keburukan kepada masyarakat.

Faktor lingkaran pertemanan (circle) juga sangat menentukan naik turunnya iman seseorang. Indra Priawan berusaha untuk lebih dekat dengan orang-orang yang saleh guna menjaga imannya di tengah tantangan dunia bisnis.

Sebagai orang tua, Indra Priawan dan Nikita Willy menyadari bahwa ilmu dan pendidikan merupakan warisan terbaik untuk anak-anak mereka. Warisan harta dapat berkurang atau habis, sedangkan ilmu dapat membimbing anak untuk bangkit kembali.

Dalam Islam, pendidikan memiliki pola hubungan yang sangat kuat antara guru dan murid untuk membentuk karakter. Ilmu bukan sekadar diinstal secara instan, melainkan diberikan oleh Allah kepada hamba yang memantaskan dirinya melalui bimbingan guru.

Guna memberikan pemahaman Islam yang utuh dan tidak terpotong-potong, Ustadz Felix Siauw menginisiasi platform pembelajaran tersistematis bernama YN Academy. Pembelajaran ini disusun bertahap seperti tingkatan dalam gim agar peserta dapat memahami gambaran besar ajaran Islam.

Keberadaan ilmu juga sangat krusial karena ilmu memberikan seseorang opsi atau pilihan untuk tidak tertipu oleh propaganda. Orang yang tidak memiliki ilmu tidak memiliki pilihan selain menjadi korban penipuan.

Melalui materi diskusi di kanal YNTV ini, disimpulkan bahwa kombinasi antara kekayaan, popularitas, dan ketakwaan dapat terwujud jika seseorang menjadikan ilmu agama dan empati sebagai panduan hidup. Dengan mengendarai Islam menggunakan ilmu, seseorang dapat menjadi pribadi yang bertakwa dan membawa keberkahan bagi peradaban[Adm01].

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.