Serangan di Tepi Barat Makin Masif dan Brutal, Anak-Anak Jadi Korban
Oleh: Ummu Zahidah*)
IndonesiaNeo, OPINI - Serangan demi serangan terus diluncurkan secara brutal dan anak-anak menjadi korban. Hati siapa yang tak merasa sedih melihat anak-anak yang seharusnya menjadi tumpuan harapan di masa depan dan perisai bagi orang tua, seakan tidak memiliki nilai di tengah kejahatan Zionis Israel.
Faktanya, sejak Januari 2024 hingga Juli 2026, PBB memverifikasi kematian 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, atau lebih dari satu anak setiap minggunya. Lebih dari 1.500 anak mengalami luka-luka, dengan hampir separuhnya terluka akibat peluru tajam. Sebanyak 355 anak Palestina dari Tepi Barat juga sedang ditahan dalam tahanan militer Israel.
Kejahatan Zionis Israel
Kejahatan Zionis Israel terhadap anak-anak Palestina terbukti sangat biadab dan menimbulkan trauma, penderitaan, serta kerusakan nyata bagi anak-anak Palestina. Serangan, pengusiran, perampasan, dan berbagai bentuk kekerasan terus menambah penderitaan rakyat Palestina.
Anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman, bukan menjadi korban kekerasan. Ketika anak-anak kehilangan keluarga, tempat tinggal, pendidikan, dan rasa aman, yang menjadi korban bukan hanya kehidupan mereka hari ini, tetapi juga masa depan sebuah generasi.
Kejahatan terhadap rakyat Palestina tidak seharusnya dibiarkan. Dunia dan para penguasa negeri-negeri Muslim tidak semestinya bungkam terhadap penderitaan yang terus berlangsung. Perlindungan terhadap warga sipil, bantuan kemanusiaan, serta upaya nyata untuk menghentikan kezaliman dan menghadirkan keadilan bagi Palestina harus terus diperjuangkan.
Pandangan Islam
Islam mengharamkan kezaliman dan memerintahkan umat untuk membela orang-orang yang tertindas serta melindungi mereka yang lemah. Anak-anak dan warga sipil tidak boleh menjadi sasaran kekerasan.
Allah SWT berfirman:
“Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak...” (QS. An-Nisa: 75).
Ayat ini menunjukkan perhatian Islam terhadap orang-orang yang berada dalam kondisi tertindas dan membutuhkan pertolongan.
Islam juga mengajarkan pentingnya persatuan umat dan kepedulian terhadap penderitaan sesama Muslim. Karena itu, umat Islam dan para pemimpin negeri-negeri Muslim memiliki tanggung jawab untuk terus memperjuangkan penghentian kezaliman terhadap rakyat Palestina, memberikan bantuan kemanusiaan, serta melakukan langkah nyata untuk melindungi masyarakat sipil.
Penderitaan anak-anak Palestina seharusnya mengetuk hati umat Islam. Jangan sampai penderitaan mereka hanya menjadi berita yang dibaca kemudian dilupakan. Palestina membutuhkan kepedulian, perlindungan, bantuan, dan perjuangan nyata untuk menghentikan kezaliman serta mewujudkan keadilan.
Wallahu a'lam.[]
*) Pegiat Literasi


Post a Comment