Header Ads


Serangan Fajar ala Trump

Oleh: Abu Jihad FS*)

 

‎IndonesiaNeo, OPINI - ‎PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan akan membagikan "deviden" setiap orang dewasa sebesar USD 5000 bila dalam Pemilu Senat dan DPR Partai Republik menang. 

‎‎Istilah deviden digunakan Trump. Sementara bagi pengkritik menyebutnya dengan suap. 

‎‎Kita lebih mengenalnya dengan sebutan: serangan fajar. 

‎‎Bila dirupiahkan USD 5000 setara Rp 80 juta. 

‎‎Berdasarkan Biro Sensus Amerika Serikat jumlah orang dewasa disana sebanyak 270 juta. Bila digelontor USD 5000 per orang, total dana yang dibutuhkan USD 1,35 triliun. 

‎‎Lagi, jika dirupiahkan nilainya sekitar:

‎Rp 23.738.386.500.000.000

‎Atau

‎Rp 23.738 triliun

‎Atau

‎Rp 23,7 kuadriliun

‎‎Pertanyaannya Trump mau ambil uang dari mana? 

‎‎Perlu diketahui, setiap tahun AS habiskan anggaran USD 7 triliun, sementara hanya menghasilkan USD 5,2 triliun. 

‎‎Defisit USD 1,8 triliun. Itulah yang jadi utang. 

‎‎Sementara, utang AS kini USD 40 triliun. 

‎‎Fakta ini menggambarkan "Paman Sam" sekarat. Ajal kapitalisme semakin dekat. 

‎‎Pertanyaannya bagaimana dengan Islam? 

‎Islam punya cara untuk mengatasi persoalan. 

‎‎Lihat bagaimana Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengelola keuangan negara. Kas baitul maal melimpah. 

‎‎Khalifah Umar bin Abdul Aziz hanya menjabat sekitar dua tahun meninggalkan surplus anggaran di Baitul Maal. 

‎‎Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkorespondensi dengan Gubernur Bagdad, Abdul Hamid bin Abdurahman ihwal pembagian harta di Baitul Maal. 

‎‎Sang Gubernur bingung karena harta sudah dibagikan pada pos:

‎1. Subsidi kepada rakyat

2. ‎Melunasi hutang rakyat

3. ‎Biaya nikah gratis

‎Tetapi harta masih banyak di Baitul Maal. 

‎‎Lantas cara apalagi yang dilakukan untuk mendistribusikan harta tersebut? Kata Khalifah Umar bin Abdul Aziz bagikan sebagai modal usaha. 

‎‎Hasilnya apa yang terjadi? Produktifitas rakyat meningkat. 

‎‎Ujung-ujungnya pendapatan negara makin bertambah. 

‎‎Niat hati habiskan kas negara, dibalas makin kaya. 

‎‎Kejayaan ekonomi Islam memang tidak ada obatnya. Perpaduan antara keadilan dan sistem yang benar menghasilkan kemakmuran dan utang lunas. []


*) Khadim Majelis Nafsiyah Islamiyah (MNI) Negeri Khalifatul Khamis

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.