Header Ads


Telaah Mendalam Atas Kitab Nizhâm al-Islâm



IndonesiaNeo, RESENSI BUKU - Apabila Anda pernah mengalami kesulitan saat mempelajari kitab Nizhâmul Islâm karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, maka pengalaman serupa juga pernah dirasakan oleh Syaikh Hisyam al-Badrani ketika beliau masih muda. Beliau—yang kemudian menyusun buku ini—pada awalnya juga menghadapi tantangan ketika pertama kali membaca kitab tersebut. Dari kesulitan itulah muncul dorongan kuat untuk menelaah Nizhâmul Islâm secara lebih serius, luas, dan mendalam. Dalam proses pengkajiannya, beliau merujuk pada berbagai literatur, mulai dari kitab-kitab bahasa Arab, fikih, ushul fikih, tafsir, ushul tafsir, hingga karya-karya lain yang ditulis oleh Syaikh an-Nabhani.

Dorongan lain yang melatarbelakangi penyusunan buku ini ialah pandangan penyusun bahwa kitab Nizhâmul Islâm belum tersebar luas di tengah umat, padahal kandungannya sangat penting dan bernilai besar untuk dikaji. Menurut beliau, kitab ini memiliki kedudukan yang istimewa karena mampu mengantarkan para pengkajinya pada kemampuan intelektual yang matang. Melalui kitab ini, seseorang dapat mencapai tingkat pemahaman yang layak untuk ber-ittiba’, lebih cepat memahami pandangan para ulama, mengetahui cara mereka menyusun argumentasi, serta mampu membaca dan merespons realitas kehidupan dengan kecerdasan yang berpijak pada tuntunan syariah.

Secara umum, buku ini disusun dalam dua bagian besar. Bagian pertama berisi kajian terhadap kitab Nizhâmul Islâm. Pada bagian ini, penyusun menghadirkan teks kitab tersebut, kemudian melengkapinya dengan catatan kaki yang berisi penjelasan, komentar, perenungan, faidah, dan pembahasan terhadap tema, kalimat, maupun istilah tertentu yang dinilai penting. Penyusun juga menyertakan rujukan dari berbagai sumber, sekaligus menjelaskan metode pengambilan dalil yang digunakan. Adapun bagian kedua berisi tambahan pembahasan berupa topik-topik pelengkap yang masih berkaitan dengan isi kitab. Bagian ini juga dilengkapi dengan catatan kaki tersendiri. Di samping itu, buku ini memuat lampiran yang sebagian besarnya berisi takhrij hadis.

Buku ini layak menjadi bacaan penting bagi siapa pun yang ingin mengkaji kitab Nizhâmul Islâm secara lebih mendalam. Sebab, kesungguhan dalam memahami fikrah dan keinginan untuk menghadirkan perubahan menuntut adanya pengkajian yang berulang, serius, dan berkesinambungan. Syaikh an-Nabhani rahimahullâh pernah menjelaskan bahwa penguatan akidah dan tsaqafah dilakukan melalui proses belajar dan berpikir, sehingga terbentuk pola pikir yang khas dan lahir pemikiran yang menyatu dengan perasaan. Suasana keimanan harus terus meliputi kelompok secara menyeluruh, sementara ikatan mereka dibangun oleh hati dan akal. Karena itu, keimanan terhadap ideologi harus tertanam kuat agar hati mampu menyatukan setiap individu. Setelah itu, ideologi tersebut perlu dipelajari secara mendalam, dihafalkan, didiskusikan, dan dipahami, sehingga lahir ikatan kedua yang menyatukan mereka, yaitu ikatan akal. Penjelasan ini terdapat dalam At-Takattul al-Hizbiy, poin ketujuh.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.